Setelah selama +/- 4 hari bergelut dengan berbagai macam ‘Permen’ ‘Format’ dan sejenisnya, Bimbingan Teknis KTSP SMA se-Kota Palangka Raya di SMA Negeri 1 Pahandut, Palangka Raya akhirnya ditutup secara resmi oleh Kasubdin SMP/SM, Drs. Irus Lanen. Dalam sambutannya, Irus Lanen mengemukakan bahwa kenyataan di lapangan selama ini ‘banyak’ guru yang ‘lupa’ dengan kurikulum yang digunakannya. Hal ini tentu saja memprihatinkan kita semua, apalagi di daerah seperti Palangka Raya yang merupakan ibukota provinsi. Mudah-mudahan dengan kegiatan seperti ini diharapkan peserta sudah punya pedoman dan wawasan yang cukup dan dapat mendiseminasikan kepada rekan-rekan guru yang memerlukan. Lebih lanjut dikatakannya, mudah-mudahan tahun pelajaran baru nanti KTSP ini berjalan lancar. Pada bagian akhir, Irus menyampaikan beberapa point penting terhadap profesi guru: 1. tingkatkan profesionalisme guru; 2. tanamkan rasa percaya diri pada profesi sebagai guru.
Sebelumnya, Kepala SMA Negeri 1 Pahandut, Palangka Raya, Dra. Rosmari Jawon mengatakan bahwa selama beberapa hari kegiatan diharapkan peserta tidak lagi ragu-ragu menerapkan KTSP yang baru saja di peroleh dalam pelatihan ini. Di bagian lain, Rosmari menyampaikan permohonan maaf jika selama kegiatan berlangsung SMAN-1 Pahandut sebagai tuan rumah kurang memberikan pelayanan baik sengaja maupun tidak sengaja.
Kesan dan pesan dari Fasilitator dari Jakarta, Aries Ari Wibowo, S.Pd. MM. mendapat sambutan dan hangat dari peserta. Antara lain beliau mengungkapkan, yang paling berkesan adalah selama kegiatan tidak ada peserta yang ‘ngantuk’. Demikian juga dengan tingkat pemahaman materi, dilihat dari hasil post tes yang menunjukkan peningkatan yang signifikan.
DIarsipkan di bawah: Berita Sekolah
sukses selalu…n thank’s tim panitia dan dewan guru sman 1 pahandut……
wah….
hebat dong smansa. Bravo smansa…..