UGM : Blue Energy Itu Penipuan

INILAH kabar terbaru mengenai blue energy yang menghebohkan itu. Universitas Gajah Mada (UGM) menilai, proyek energi alternatif dari air tersebut hanya omong kosong, menyesatkan, dan bahkan bertendensi penipuan. Demikian diberitakan Koran Tempo.

UGM mengungkapkan, mereka sempat diminta membiayai proyek energi alternatif oleh kelompok Joko Suprapto dan kawan-kawan, senilai Rp 3 miliar. Namun, setelah melakukan beberapa pertemuan dan menelusuri latar belakang kelompok ini, UGM menyimpulkan proyek yang ditawarkan itu merupakan upaya penipuan.

“Kami puas UGM tidak tertipu,”kata Kepala Pusat studi Energi UGM Sudiartono kepada Tempo kemarin. Meski begitu, UGM tidak sampai melaporkan kepada pihak kepolisian ihwal penipuan tersebut.

Sebelumnya, Ketua Jurusan Teknik Elektro UGM Tumiran juga menyatakan klaim Joko yang mengatakan mampu memproduksi sumber energi berbahan baku air sebagai hal yang menyesatkan. “Ini hal yang memalukan karena presiden kita lebih mempercayai hal-hal seperti ini,”ujarnya mengenai proyek Joko, yang oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono diberi nama blue energy.

Lampu bisa menyala selamanya

Sudiartono berkisah, pada Desember 2005 Joko datang ke UGM bersama delapan temannya. Rombongan diterima langsung oleh Rektor UGM Prof Sofian Effendi, didampingi Dr Chairil Anwar, di rumah dinas rektor.

Ketika itu Joko memaparkan temuannya yang disebut pembangkit listrik ajaib. Dengan menggunakan empat buah batu baterai kecil, beberapa bola lampu 60 watt, serta panel surya, pembangkit itu diklaim mampu menghasilkan listrik berkapasitas 25 kilowatt. Rektor pun sempat tertarik.

Namun, kata Sudiartono, ada yang tak masuk akal dalam presentasi itu. “Saya tanya apakah di dalam ada accu atau inverter, dia jawab tidak ada. Kemudian saya tanya lagi berapa lama lampu akan menyala, dia jawab selamanya,”ujarnya. “Dari situ saya mulai tidak percaya.”

Kecurigaan itu makin besar setelah Sudiartono menemukan perusahaan, alamat-alamat, dan kontak yang tertera di kartu nama Joko dan timnya ternyata palsu.

Sebagai catatan kata Sudiartono, seorang rekan Joko bernama Purwanto akhir-akhir ini juga diduga mengelabui Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) dengan pembangkit tenaga listrik jin dan “banyugeni”-nya. Ia menambahkan, saat itu Joko dan Purwanto juga sempat berpromosi mengenai bahan bakar bersumber air. “Kami tak menanggapinya.”

Presiden SBY minta proyek Joko diteruskan

Rektor UMY Khoiruddin Basyori mengatakan mereka tidak punya sangkut-paut dengan Joko Suprapto. Menurut dia, mereka kini “tiarap” dan tidak mempublikasikan temuan sumber energi berbahan air yang mereka patenkan dengan nama “Banyugeni TM” itu. “Kami belajar dari kasus Joko.”

Hingga kemarin, Joko yang tinggal di Nganjuk, Jawa Timur, belum dapat dimintai komentar. Rumahnya yang luas masih dijaga ketat oleh tentara. Komandan Kodim Nganjuk Letnan Kolonel Christiono menyatakan Joko sedang berobat ke sebuah rumah sakit.

Ihwal blue energy ini, Minggu lalu Presiden SBY, seperti dikemukakan anggota staf khusus kepresidenan, Heru Lelono, tetap meminta proyek Joko itu diteruskan. “Temuan ini logis. Sudah didukung oleh ahli perminyakan,”kata Heru waktu itu. (Koran Tempo, 29 Mei 2008)

Tinggalkan Balasan